Keseruan Ekstrakulikuler Kaligrafi oleh Siswa Kelas X

Keseruan Ekstrakulikuler Kaligrafi oleh Siswa Kelas X

Keseruan Ekstrakulikuler Kaligrafi
Keseruan Ekstrakulikuler Kaligrafi

Ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran biasa yang bertujuan agar peserta didik dapat memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan siswa. Lebih luas lagi kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan diluar mata pelajaran. Ekstrakurikuler untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka.

Selanjutnya ekstrakurikuler dapat mengasah bakat dan kreativitas. Jika tidak disalurkan dengan benar, energi remaja yang berlebih bisa berpotensi merusak dan mengahancurkan masa depannya. Misalnya, hobi menggambar dan melukis, jika tidak tersalurkan bisa mengakibatkan kasus vandalisme atau coret-coret. Dengan wadah yang tepat, minat dan kreativitas semacam ini bisa diasah dan dikembangkan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Peran kegiatan ekstrakurikuler yaitu sebagai wadah yang tepat untuk menyalurkan energi dan kreativitas siswa. Diantaranya adalah kaligrafi, kaligrafi merupakan suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk khuruf tunggal, letak-letaknya dan cara merangkainya menjadi sebuah tulisan yang tersusun, atau apa-apa yang ditulis diatas garis-garis, bagaimana cara menulisnya dan menentukan mana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejakan yang perlu diubah dan menentukan cara bagaimana mengubahnya.

Keseruan Ekstrakulikuler Kaligrafi oleh Siswa Kelas X diikuti setiap hari Rabu setelah jam pelajaran reguler selesai.

Kegiatan ekstrakulikuler kaligrafi juga termasuk dalam kegitan Kultural. Kegiatan kultural merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyadaran peserta didik terhadap nilai-nilai budaya. Adapun pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dalam mengembangkan kreativitas siswa Madrasah Ibadurrochman Malang yaitu:

  1. Sebagai dakwah / syiar Islam.
  2. Pemenuhan (melakukan) kegiatan sebagai program tambahan di Madrasah Ibadurrochman.
  3. Kegiatan ekstrakurikuler diampu langsung oleh guru seniman yang juga berbidang pada kaligrafi, metode yang digunakan sesuai dengan kaidah yang ada, hal ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa, kemudian ekstrakurikuler dilaksanakan hanya satu minggu sekali, yaitu dihari rabu sore.
  4. Melalui adanya kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi dapat menggali potensi siswa sehingga tersalurkan minat dan bakat siswa agar berkembang kreativitasnya.

Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler kaligrafi ini dapat menumbuhkan kreativitas santri, dan harapannya santri mempunyai skill, kreativitas untuk beradaptasi dimanapun dia hidup. Selain daripada itu pondok pesantren merupakan lembaga yang berbasis agama Islam maka untuk mendukung kompetensi santri dibidang keagamaan maka dibentuklah ekstrakurikuler kaligrafi.

LIHAT PONDOK PESANTREN ANWARUL HUDA

 

 

Leave a Reply